SANIKRADUFATIH.MY.ID - Saat ini, banyak orang berebut popularitas dan nama besar, ingin viral dan terkenal, tak ada yang salah dan tak ada masalah dengan hal itu, silakan saja.
Dan, di antara cara yang banyak digunakan saat ini adalah dengan menjadi selebriti media sosial atau seleb sosmed, dan kadang sering digunakan istilah konten kreator untuk menyebutnya.
Semua punya cara unik dan konten unik bahkan cara sampah dan konten sampah sekali pun bisa saja digunakan untuk meraih viralitas dan popularitas publik.
Dalam beberapa penelitian terkemuka pun dijelaskan jika minat masyarakat global saat ini adalah media video atau tampilan grafis yang memukau. Akhirnya, semua berlomba-lomba ingin menjadi youtuber, tiktoker, selebgram dan lain sebagainya.
Sebenarnya, itu semua bisa bermanfaat jika digunakan dengan tepat, tiktok dan sosmed lainnya misalnya, bisa menjadi ajang untuk berekspresi, menunjukkan eksistensi diri, menumpahkan ide, gagasan, mencari teman dan mengembangkan komunitas bahkan gerakan sosial.
Namun, ada lagi satu wadah yang saat ini amat jarang dan mungkin sangat sedikit peminatnya, yaitu menulis, entah sebagai blogger atau konten writer. Sebab, menulis dan membaca memang membutuhkan daya intelektual untuk menyerapnya, ia akan memaksa otak untuk memainkan "teater of mind" di dalam pikiran. Tidak seperti format video atau grafis, yang sudah muncul gambarannya, sehingga otak tak perlu bersusah payah memainkan fungsi "teater of mind" di dalam pikiran.
Beberapa rekan pernah menyarankan agar saya membuat konten youtube, tiktok dan sejenisnya yang berbasis videografis, hal itu tentu saja saya coba. Tapi, saya tidak menemukan ruh atau spirit saya di sana. Padahal, kemungkinan dan potensi untuk lebih cepat terkenal memang lebih besar jika dibandingkan hanya sekedar menulis, tapi saya tidak menemukan apa-apa di sana, setidaknya untuk sampai saat ini.
Dan, kenapa lebih memilih stay dan fokus di menulis, pertama, privasi kehidupan lebih terjaga, saya lebih ingin orang mengenal saya karena karya yang saya buat, atau karena gagasan atau buah pikir yang dikemukakan. Jika hanya dibandingkan terkenal karena wajah yang good looking (dan saya tak merasa good looking), atau harus terpaksa membuat konten drama di youtube atau tiktok demi popularitas, sungguh hal itu untuk saat ini masih sulit saya lakukan.
Alasan kedua, menulis memaksa saya untuk lebih banyak membaca dan mendengar, lebih mengasah kepekaan jiwa dan melatih daya otot akal saya untuk bernalar. Sehingga, hal tersebut bisa semakin meningkatkan kemampuan intelektual.
Alasan ketiga, karena saya tidak mau ribet, (setidaknya untuk sampai detik ini), sampai saat tulisan ini dibuat, saya tidak mau direpotkan dengan membuat video dan mengedit sana-sini, hehehe.
Alasan keempat, saya yakin, jika segala sesuatu memiliki minat, tempat dan pasarnya masing-masing. Walau pun dunia sedang menggandrungi format video, tiktok, vlogger dan media grafis lainnya, tapi saya yakin, yang suka, senang dan mencintai dunia tulis menulis dan membaca pun masih ada, walau mungkin tidak banyak.
Alasan kelima, saya yakin, setidaknya menurut saya pribadi, bahwa hanya orang-orang terpilih saja yang bisa menyukai dan mencintai konten berbentuk tulisan, dan menurut saya orang yang seperti itu adalah orang yang sabar, telaten, dan memiliki tingkat intelektual dan spiritual yang lebih tinggi dibandingkan yang lain. Apa pasal bisa demikian, sebab, membaca itu membutuhkan kesabaran, ia tak bisa dipercepat layaknya seperti nonton video, kalau format video, itu bisa dipercepat sampai menit ini dan itu. Sedangkan, aktifitas membaca membutuhkan ketelitian, kesabaran, kecermatan, kejelian dan khidmat, agar isi tulisan bisa dicerna dengan baik.
Dengan demikian, kegiatan membaca bisa melatih daya nalar dan otot-otot pikiran, sehingga software pikiran senantiasa update dan prima. Serta untuk melatih diri dan membiasakan diri untuk senantiasa sabar, teliti dan cermat.
Oh iya, terakhir, konten menulis tidak banyak menyedot kuota, sangat hemat, dapat banyak informasi tanpa harus mengeluarkan banyak kuota.
Dan, yang terakhir, saya ingin dikenal sebagai penulis, hehehe. Do'ain ya.(@sanik_rdfth)***
