Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ngaji Diri, Memahami Hakikat Kehidupan dari Dua Sisi yang Dimilikinya



SANIKRADUFATIH - Takkan pernah ada habisnya jika membahas tentang kehidupan, khususnya kehidupan yang dijalani oleh umat manusia, sebab, kehidupan adalah sesuatu yang tak pernah bisa diterka, ia tak pernah bisa diprediksi, ia adalah sesuatu yang jelas sekaligus samar-samar, ia berisi keajaiban sekaligus tanda tanya, ia berisi teka-teki sekaligus jawaban.

Kehidupan berisi kebahagiaan sekaligus penderitaan, ia memiliki dua sifat yang bertentangan namun saling berdampingan, saling melengkapi dan saling membutuhkan satu sama lain.

Kita, sebagai manusia, tentunya selalu menginginkan hal yang baik dalam hidup, selalu menginginkan kebahagiaan dan kenikmatan, selalu menginginkan keberuntungan.

Tak ada satu pun di antara manusia di dunia ini yang ingin hidupnya menderita atau sakit, tak ada satu pun manusia yang menginginkan kepedihan, kesakitan, kesulitan atau pun kepahitan hidup. Semua manusia ingin mendapatkan hal yang baik, menyenangkan dan membahagiakan.

Kita akan merasa sedih saat segala harapan yang kita dambakan ternyata tidak terwujud atau kandas di tengah jalan. Itu adalah hal yang wajar, semua manusia yang masih memiliki hati, tentu akan merasa sedih.

Hanya saja, kita mesti sadar, bahwa kita ini hidup di Bumi, kita ini hanya manusia, yang memiliki banyak keterbatasan. Contoh dari keterbatasan manusia adalah, manusia tak mampu melihat apa yang akan terjadi di hari esok dan tak mampu mengubah apa yang telah terjadi di masa lalu, sungguh amat sangat terbatas.

Terkait dengan sifat kehidupan yang penuh misteri dan tak pernah bisa ditebak, di tengah kecemasan dan kekhawatiran bahwa akan ada penderitaan, kehilangan, kesedihan dan segala kepahitan yang menghantui, kadang membuat hidup menjadi tidak tenang, apalagi saat hal tersebut benar-benar menghampiri diri kita, sungguh tak bisa kita bayangkan. Kita tak ingin hal buruk atau pahit terjadi dalam kehidupan yang dijalani.

Lalu, bagaimana cara kita mengatasi dan menghadapinya? yaitu dengan memahami dan menyadari daripada hakikat hidup itu sendiri.

Kita harus menyadari dan memahami bahwa kehidupan ini persis dua sisi mata uang koin, ia adalah sesuatu yang memiliki dua sifat bertentangan namun saling membutuhkan, saling melengkapi dan berdampingan satu sama lain.

Kehidupan, ia adalah sesuatu yang memiliki dua sisi sekaligus, ia memiliki sisi manis sekaligus pahit, memiliki sisi cinta sekaligus kebencian, berisi pertemuan sekaligus perpisahan, berisi suka sekaligus duka, berisi derita sekaligus bahagia. Semuanya terus berputar tiada henti, seperti siang dan malam.

Itu adalah pola kehidupan yang sudah permanen, udah dari sononya. Setiap ada kesedihan pasti ada kebahagiaan, setiap ada kebahagiaan pasti ada kesedihan.

Yang perlukan kita lakukan atau harus kita lakukan tentulah melatih diri, ngaji diri, membiasakan diri dengan segala dinamika kehidupan yang datang silih berganti.

Jika saat ini kita sedang mengalami kepahitan, maka yakin saja, tentu sambil terus melakukan upaya sesuai kemampuan. Yakinilah, bahwa setelah kepahitan yang dialami dan dilalui, pasti akan ada kebahagiaan dan madu manis di depan sana yang sedang menanti kita.

Jadi, tak perlu khawatir, tak perlu sedih berlebihan, jangan berlarut-larut dalam kesedihan, jika kita bersabar dan terus menjalaninya, toh semua itu pada akhirnya pasti akan terlewati dan berganti. Karena, itu adalah hukum yang sudah pasti berlaku dalam kehidupan, bahwa segala sesuatu memiliki batas waktu atau durasi.

Saat ini mungkin sedang merasakan kepahitan, kehidupan yang penuh penderitaan, gak asik, dihina, diejek, direndahkan, dikasih sakit dan hal gak enak lainnya, atau segala penderitaan lainnya. Tapi, kita tetap sabar saja, teruslah berupaya dan berusaha sebaik mungkin, sambil terus berdoa memohon kepada Tuhan, agar Ia membukakan pintu rahmat-Nya dan membukakan jalannya untuk kita.

Begitu pun sebaliknya, saat diri dalam keadaan yang bahagia, di posisi puncak, penuh keberlimpahan dan diberikan kesempatan untuk mereguk manisnya kehidupan, maka berhati-hatilah dan eling (sadar) diri, waspada, waskita, jangan sampai berlebihan dan membuat diri lupa daratan.

Bisa jadi, setelah itu, akan ada hal pahit dalam hidup. Tetaplah rendah hati dan teruslah berlaku baik, teruslah berbagi kebaikan kepada seluruh makhluk dengan apa yang kita bisa dan mampu, sebab, kebaikan dan kebermanfaatan hidup adalah sesuatu yang bisa membantu kita kelak.

Teruslah belajar untuk mengelola dan mengendalikan diri dan melatih pikiran dengan baik, sebab, segala sesuatu bermula dari pikiran.

Jernihkan pikiran dan batin kita dari segala kekotoran nafsu atau ego, agar kita bisa melihat segala sesuatu di kehidupan ini dengan jernih dan penuh kesadaran, eling. (@sanik_rdfth)***