SANIKRADUFATIH - Sebenarnya, agak sedikit bingung dan
canggung ketika harus menceritakan pengalaman atau keberhasilan diri dalam
bidang dunia event organizer dan event management. Sebab,
keberhasilan sebuah event atau sebuah acara, tidak hanya bergantung pada satu
orang saja, tak ada one man show atau hero tunggal dalam
keberhasilan pekerjaan yang bersifat event. Dikarenakan, event
adalah suatu pekerjaan yang bersifat kerja kolektif dengan dukungan kerjasama
dari tim yang solid.
Apakah sebuah event bisa dikerjakan seorang diri?,
mungkin bisa saja seseorang menyelenggarakan sebuah event hanya seorang
diri, tapi, tentu saja ia harus mengeluarkan effort yang besar dan
ekstra. Sebab, event organizer adalah pekerjaan yang membutuhkan banyak
komunikasi dan koordinasi, mulai dari mengatur venue, budgeting,
menghubungi narasumber, menjalin Kerjasama dengan berbagai mitra, mencari
sponsor, melakukan promosi, mencari peserta dan lain sebagainya, hal itu
sungguh menguras tenaga, pikiran dan waktu.
Akan sangat melelahkan jika penyelenggaraan event
hanya ditangani oleh satu orang, kecuali jika event tersebut hanya event skala kecilyang tak terlalu banyak menguras tenaga dan tak membutuhkan
komunikasi maupun koordinasi yang rumit. Sekali pun event-nya kecil,
tapi tetap saja, rasanya akan lelah jika hanya ditangani seorang diri. Sebuah event,
sebaiknya dikerjakan dan ditangani oleh sebuah tim, alias kerja kolektif dengan
dukungan tim yang solid.
Event organizer adalah sebuah pekerjaan yang bersifat
kerjasama kolektif, semua bekerja untuk tujuan yang sama, namun, tiap orang
tetap memiliki tanggung jawab dan tugas pokok masing-masing, bahkan, harus
senantiasa berkoordinasi dan komunikasi satu sama lain, agar tak terjadi
miskomunikasi atau kesalahpahaman demi lancarnya event atau kegiatan
tersebut.
Permasalahan terbesar dalam dunia event organizer, khususnya bagi pelaku event management, titik krusialnya adalah di bagian komunikasi, ketika komunikasinya terputus, lambat, tersendst atau saat antar divisi terjadi perselisihan dan salah paham dalam komunikasi, jika hal tersebut tidak segera ditangani, maka bisa dipastikan event tersebut akan ambyar atau bisa saja gagal di tengah jalan.
Oleh sebab itu, di dunia event organizer, hal yang
paling penting untuk diperhatikan adalah model komunikasi, model komunikasi
yang harus digunakan adalah model komunikasi yang efektif, efisien dan to
the point. Selain itu, sosok yang paling berperan dan memiliki tanggung
jawab yang paling besar dalam dunia event organizer adalah ketua organizing
committee (OC), atau sering disebut ketua panitia, walaupun, pada akhirnya
semua tim diharuskan bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Tapi,
yang jelas, ketua OC lah yang pada akhirnya memiliki peran paling krusial dan
beban tanggung jawab yang paling besar.
Jika ditunjuk untuk menjadi Ketua OC/pelaksana, maka harus memiliki sikap yang adil, memiliki kemampuan
menganalisa setiap keadaan dan masalah (Analytical Thingking), melakukan
koordinasi dan komunikasi dengan semua divisi, memantau, mengawasi dan
memeriksa setiap pekerjaan yang dilakukan oleh tiap divisi untuk mengetahui
sudah sejauh mana persiapannya, sudah sampai mana perkembangannya, bahkan sampai
hari H pelaksanaan event pun, ia harus tetap bekerja untuk mengawasi dan
memastikan jalannya event.
Intinya, setiap orang yang ingin berkecimpung di dunia event
management dan organizer, ia harus mengembangkan dan menumbuhkan
sifat sabar yang dimilikinya, serta mengembangkan kemampuan non teknis lainnya.
Seperti mengembangkan kemampuan berkomunikasi, di antaranya yaitu public
speaking, ahli membangun jejaring (networking). Kemudian, memiliki
kemampuan kepemimpinan, mampu berpikir kritis, andal dalam manajemen waktu, mudah
beradaptasi dan memiliki rasa penasaran dan tanggung jawab yang tinggi. Selain
itu, ia juga harus memiliki sikap mental yang tahan banting, seperti mental struggle,
agile, resilience dan memiliki orientasi terhadap problem
solving.
Saya sendiri merasa sangat beruntung dan bersyukur, sebab,
sejak dari masa sekolah sudah mulai mengenal dan belajar tentang event
management dan dunia event organizer, hal ini sungguh berdampak pada
perkembangan diri secara pribadi, khususnya dalam kematangan berpikir dan sikap
mental.
Walaupun pada awalnya hampir beberapa kali mendapati kegiatan atau event yang berakhir mengecewakan, yang membuat diri saya kadang merasa kesal dan marah, tapi kemarahan tersebut lebih ditujukan kepada diri sendiri, kadang saya merasa "kok gitu aja gak becus".
Hampir
saja saya merasa putus asa dan tak mau lagi mengurusi hal yang berkaitan dengan
penyelenggaraan event. Hal tersebut, umumnya terjadi di saat usia saya
masih belia, saat masih mengenakan seragam putih Abu-abu, alias saat masih
masa sekolah. Maklum, mungkin wajar saja masih anak sekolah, pola pikirnya
belum banyak terbentuk dan belum memiliki banyak pengalaman.
Tapi, setelah itu semua terlewati, saat diri sudah beranjak
dewasa dan memasuki kehidupan dunia yang sesungguhnya, saya menjadi paham dan
sadar, bahwa pengalaman dalam dunia event organizer itulah yang pada
akhirnya memberikan pengaruh paling besar dan membentuk saya menjadi pribadi
seperti saat ini, yang menurut pendapat saya telah mengubah diri ini menjadi
pribadi yang mau terus belajar dan berkembang menjadi lebih baik.
Namun, setiap kegagalan yang pernah dialami, itu semua bukan
alasan untuk menyerah dan berhenti, justru kegagalan atau hasil yang tak
memuaskan dalam penyelenggaraan event, malah semakin memacu diri untuk
terus berbenah dan melakukan evaluasi, terlebih di saat ditunjuk sebagai ketua
penyelenggara, ini sungguh tanggung jawab yang besar.
••
Pengalaman Mengelola Event Organizer
Berbicara soal berbagai prestasi atau keberhasilan dalam
menyelenggarakan event atau hal apapun, kita tak boleh naif dan tak
boleh menutup mata, yang hanya berbangga diri terus menerus membicarakan
keberhasilan tanpa membicarakan atau membahas kegagalan yang pernah dialami.
Justru, berbagai keberhasilan dan kesuksesan besar tersebut
disebabkan karena adanya kegagalan yang pernah dialami, namun, dari kegagalan
tersebut, kita terus belajar untuk melakukan evaluasi dan perbaikan, sehingga
menghasilkan berbagai prestasi dan keberhasilan besar. Ada dua pengalaman besar
dalam dunia event organizer dan event management yang selalu saya
ingat, yaitu kegagalan yang amat pahit dan kesuksesan event yang banyak
membawa kebermanfaatan dan kebanggaan.
Pengalaman pahit yang pernah dialami adalah saat diri dipercaya
untuk menyelenggarakan sebuah event kampus, saya harus menanggung kerugian yang
bisa dikatakan lumayan besar untuk posisi saat itu sebagai anak kuliahan. Hal
tersebut disebabkan karena adanya miskomunikasi dengan vendor atau pihak
ketiga, yang dalam hal ini saya langsung mempercayakannya begitu saja kepada
tim khusus kerjasama dan melepasnya begitu saja tanpa pengawasan yang berarti
alias sangat minim, serta tidak teliti dalam membaca proposal kerjasama,
sehingga terjadi pembengkakan biaya yang tidak terduga. Akhirnya, mau tidak mau,
sedikit tabungan yang dimiliki harus saya relakan untuk menutupi kekurangan
biaya.
Pasca event selesai, saya langsung berkomunikasi
dengan berbagai pihak, mulai dari dewan mahasiswa, senat kampus, bahkan dekanat
fakultas, dengan mengumpulkan berbagai bukti dan kronologi, akhirnya problem
event tersebut bisa diselesaikan dengan baik. Tapi, yang membuat saya
kaget, ternyata kejadian tersebut ditengarai memiliki unsur politis di
dalamnya, sebagai anak kemarin sore yang belum terlalu paham politik kampus,
saya hampir tidak percaya, saya kira penyelenggaraan event ya event
saja, tanpa ada embel apapun, tapi begitulah kenyataannya, terkadang ada oknum
yang memanfaatkan kondisi dan situasi tertentu untuk berbagai kepentingan.
Dalam dunia kampus mahasiswa pun ada saja oknum yang
memanfaatkan berbagai kondisi dan situasi, bahkan dalam penyelenggaraan sebuah event.
Setelah saya tahu, ternyata event yang saya tangani adalah event
dari salah satu pejabat kampus dari kalangan mahasiswa yang ditengarai
bersebrangan politik dengan pihak opisisi kampus, ini sebenarnya masih
sama-sama mahasiswa.
Pasca kejadian tersebut, maka saya pun lebih berhati-hati
lagi dalam mengelola event yang akan digarap. Namun, perlu saya tegaskan bahwa
tidak semua kegiatan atau event yang diselenggarakan pihak kampus atau
mahasiswa bertendensi politis, mungkin itu hanya kebetulan pengalaman saya
pribadi menemukan kejadian yang demikian. Sebab, banyak juga event dan
kegiatan kampus yang bersifat professional, kekaryaan dan berbasis pada
pengembangan ilmu pengetahuan tanpa diikuti kepentingan politis.
Saya telah memulai berkecimpung dalam dunia event
sejak dari masa sekolah, dari event kecil-kecilan sampai pada event
skala nasional. Berbagai posisi di dalam event organizer pun pernah saya
coba, mulai dari posisi dengan tanggung jawab yang paling rendah, sampai
menjadi ketua pelaksana dengan beban tanggung jawab yang besar. Saya pernah
menjadi seksi perlengkapan dan peralatan, bagian publikasi dan promosi, bagian
acara, menjadi narahubung sampai menjadi ketua pelaksana.
Kegiatan atau event skala menengah di tingkat regional yang
pernah dilaksanakan saat masa sekolah di antaranya penyelenggaraan Forum Rohis
Nusantara (Fornusa) tingkat Kabupaten Serang, Forum OSIS Banten (FOB), Forum
Remaja Rohis (Fresh).
••• Penyelenggaraan Event yang Paling Berkesan
Saat berkuliah, event terbesar sekaligus membanggakan
yang pernah saya tangani adalah Event Students Exchange and Youth Movement
(ESEYM) Writer Scholarship Indonesian-Singapore 2019, untuk dokumentasi,
bisa dilihat di instagram @youthexchange.eseym, di event ini saya
memegang amanah sebagai ketua pelaksana.
Ini adalah sebuah event yang dilaksanakan secara independent
dan mandiri alias event yang diselenggarakan secara professional swadaya
dan berskala nasional, yang bekerjasama dengan yayasan rumah dunia. Ini
merupakan event beasiswa kepenulisan yang pada saat itu dilatih langsung
oleh Mas Gol A Gong yang merupakan seorang penulis nasional, yang saat ini
ditunjuk oleh perpustakaan nasional RI sebagai duta baca nasional periode
2021-2025 menggantikan Mba Najwa Shihab.
Event ini sungguh pengalaman yang amat sangat
membanggakan bagi saya secara pribadi. Karena, diri bisa membuktikan kemampuan
dalam penyelenggaraan event berskala nasional. Tapi, sayangnya, pada
saat itu tak banyak moment yang bisa didokumentasikan dan diabadikan, karena
masih minimnya fasilitas dan kurang memadainya peralatan yang dimiliki, serta
kejadian kehilangan data yang pada saat itu penyimpanan data masih menggunakan
hardisk, padahal dokumentasi tersebut itu sangat penting untuk portofolio.
Hanya berbekal tim inti yang berjumlah 7 orang, serta
beberapa adik tingkat yang kami rekrut, kurang lebih total semuanya berjumlah 15 orang yang dibagi
dalam beberapa tim kecil dan divisi, ternyata tim kecil tersebut mampu
menyelenggarakan event besar berskala nasional dan bisa berjalan dengan
sukses, walau tentu saja ada kerikil kecil dalam prosesnya, tapi secara garis
besar, event tersebut berhasil dilaksanakan dan berjalan dengan sangat
memuaskan, sungguh pengalaman yang luar biasa.
•••• Event Management dan Organizer di Dunia Kerja
Pasca lulus dunia kampus, ternyata pengalaman dalam
mengelola event organizer amat sangat berguna, selain melatih mental dan
kematangan diri, ternyata sangat membantu dalam dunia kerja. Kebetulan, saya
bekerja di bidang sosial, khususnya lembaga filantropi dan non government
organization, yang di mana sering kali lembaga-lembaga tersebut mengadakan
berbagai event atau kegiatan, mulai dari mini event, special
event sampai big event.
Beberapa event yang pernah dikelola saat bergelut di
dunia kerja, khususnya di lembaga filantropi di antaranya yaitu forum
silaturahmi jurnalis dan media massa yang menjadi partner lembaga, event
Milad lembaga, event berkah Ramadhan, berbagai kegiatan pelatihan yang
diperuntukkan bagi penerima manfaat, event silaturahmi para donatur, event
yang berkaitan dengan momen hari nasional maupun keagamaan, serta berbagai event
rutin maupun event insidental lainnya.
•••••
Pengalaman Event Online dan Hybrid di Masa Pandemi
Dunia event organizer sempat meredup saat dunia
mengalami pandemi Covid-19, penyelenggaraan event yang awalnya menggunakan
sistem offline dan pelaksanaan langsung di lapangan, beralih menjadi
mode dalam jaringan (daring) atau online, menghadapi hal tersebut, tentu
saja diri harus mampu beradaptasi dan mau mempelajari hal baru, khususnya dunia
digital, webinar serta penyelenggaraan event berbasis daring.
Mengalami kondisi yang demikian, tentu saya harus memahami
teknologi yang sedang berkembang, berhubung saya pribadi sudah tidak asing
dengan berbagai perangkat digital dan dunia teknologi, maka bisa dikatakan
sangat mudah untuk beradaptasi.
Sebenarnya, event dalam mode daring alias event
online, secara teknis lebih mudah untuk dilaksanakan, sebab, tidak
memerlukan banyak biaya, peralatan atau pun tempat, cukup menggunakan aplikasi
video conference, jaringan internet dan perangkat yang memadai.
Namun, dalam dunia event online, saya dan tim pernah
mengalami kejadian yang hampir saja menggagalkan jalannya event online,
yaitu kejadian mati listrik secara tiba-tiba saat di tengah berjalannya event,
ini sungguh hal yang tak pernah diduga sebelumnya.
Pada awalnya, kami begitu panik, tapi kemudian, saya meminta
agar seluruh tim tidak panik, dan mendengarkan arahan dari ketua pelaksana,
dalam event ini, saya bertanggung jawab sebagai fasilitator dan penyedia
perangkat, akhirnya, dengan cepat kami langsung bergerak, dengan berbekal
powerbank dan smartphone, kami pun melakukan upaya antisipasi, karena
kebetulan saat itu lembaga menjadi host atau penyelenggara event online,
dengan perangkat seadanya, kami pun melanjutkan kegiatan sambil sementara
menunggu sumber listrik alternatif dari genset. Untung saja kejadian tersebut
tidak berlangsung lama, hanya berselang beberapa belas menit, listrik pun telah
kembali menyala.
•••••• Pengalaman Penyelenggaraan Event Management di Non Government Organization
Selain bekerja di lembaga filantropi, saya juga pernah
bekerja di Non Government Organization (NGo) selama bekerja di NGo, event
yang pernah ditangani dan dilaksanakan kebanyakan berkaitan dengan diskusi
publik, seminar, audiensi advokasi, pelatihan dan penyelenggaraan forum-forum.
Hal yang paling menantang di penyelenggaraan event di
lembaga NGo adalah saat berhubungan dengan pejabat pemerintah atau pun
narasumber dari pemerintah, karena, untuk kasus mengundang pejabat pemerintah,
kerap kali saat menjelang hari pelaksanaan, mereka kadang bisa secara tiba-tiba
membatalkan dengan berbagai alasan dan pertimbangan yang berkaitan dengan
tanggung jawab pekerjaan, sehingga meminta untuk menukar jadwal atau ganti
jadwal.
Karena telah sering mengelola event dan berbagai
kegiatan, mengalami hal seperti itu bukanlah sesuatu yang baru, berbagai
alternatif telah disiapkan untuk menghadapi hal-hal tak terduga, atau kadang
kita melakukan berbagai metode dan perbaikan dalam proses pra pelaksanaan event.
Seperti meminta para narasumber untuk mengunci jadwal dan memberikan undangan
serta pemberitahuan sejak jauh-jauh hari, memastikan dan memeriksa kembali
berbagai persiapan sebelum hari H, serta membuat list berbagai keperluan
yang sudah terpenuhi dan yang belum terpenuhi.
Di antara pengalaman mengelola event di NGo adalah event
Forum Sekolah Aman (FOKSA), pelatihan kesehatan dan dokter kecil untuk siswa,
pelatihan pengurangan dan penanggulangan risiko bencana, event
perlombaan forum sekolah aman, forum audiensi, webinar, event tour lembaga
dan berbagai penyelenggaraan event lainnya.
•••••••
Pengalaman Mengelola Event di Lingkungan Masyarakat
Sedangkan, event di lingkungan masyarakat yang pernah ditangani adalah kegiatan perayaan hari besar keagamaan, seperti event maulid nabi, istifalan, tabligh akbar. Selain event keagamaan, ada juga event hari nasional, event perlombaan dan forum serta kegiatan masyarakat, posisi yang pernah dilakoni di antaranya yaitu mulai dari menjadi seksi acara sampai ketua pelaksana.***

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)