Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Sudah Bekerja Bertahun-tahun tapi Tak Menghasilkan Apapun, Saatnya Evaluasi


SANIKRADUFATIH - Ada seseorang yang padahal ia sudah bekerja selama bertahun-tahun, namun, seolah ia tak mendapatkan hasil apapun dari hasil pekerjaannya, ia bingung entah kemana habisnya uang yang ia miliki dan ia pun tak memiliki aset apapun yang berarti. Tak ada tanda mata dari hasil pekerjaannya, jangankan penampilan fisik yang makin glowing, justru yang ada malah makin kuyu dan kusam, mata panda dan capek kelelahan.

Padahal, jika seseorang bekerja, maka seharusnya ia memiliki hasil dari sesuatu yang dikerjakannya, ada sesuatu atau hasil yang nyata yang didapatkan dari pekerjaannya.

Jika ada yang dikerjakan, seharusnya ada yang dihasilkan, jika kita sudah bekerja lama tapi tak juga menghasilkan apapun, sudah saatnya melakukan evaluasi.

Kita harus tahu kemana saja larinya uang dari hasil pekerjaan kita selama ini, apakah habis sia-sia karena faktor gaya hidup atau kah ada faktor lain yang mempengaruhi, sehingga membuat jerih payah pekerjaan yang kita lakukan selama ini seolah tak ada hasilnya.

Berikut adalah beberapa faktor yang membuat pekerjaan kita seolah sia-sia, kita sudah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran bahkan kebebasan dan kebahagiaan jiwa demi pekerjaan yang menuntut kita selama ini. Namun, jika kita tak mendapatkan hasil apapun dari pekerjaan yang dilakukan selama ini, maka sebaiknya segera lakukan evaluasi.

Berikut adalah beberapa faktornya :

1. Salary yang kecil dan kebutuhan yang semakin meningkat
Di antara faktor yang membuat pekerjaan seolah sia-sia adalah salary yang tak sebanding dengan pekerjaan yang dilakukan.

Untuk fresh graduate atau internship pertama kali, mencari pengalaman kerja adalah sesuatu yang penting.

Untuk merintis karier pertama kali, maka tidak masalah jika salary yang didapatkan nominalnya kecil. Tapi, selama proses berkarir, kita pun harus terus belajar dan meningkatkan performance pekerjaan, sambil terus mempelajari hal baru yang bisa meningkatkan kompetensi di dalam karir.

Hal itu dilakukan agar nilai diri terus bertambah, jika sudah lebih dari dua tahun bekerja dan belum ada perubahan apapun, minimal perubahan dalam salary, maka sudah selayaknya kita coba pikiran ulang dan lakukan evaluasi terhadap perkembangan karir. Apakah memang ingin seumur hidup terus menerus dengan keadaan yang demikian (stagnan), atau ingin ada perubahan.

Kebutuhan hidup semakin meningkat, waktu hidup kita habis hanya untuk bekerja, tapi pendapatan tak kunjung bertambah, kesejahteraan tak kunjung tercapai. Itu kehidupan macam apa?

2. Gaya Hidup yang Hedon
Selain salary, faktor lainnya yang mempengaruhi pekerjaan seolah-olah menjadi sia-sia adalah karena gaya hidup, bisa jadi salary yang didapatkan sebetulnya sudah cukup, hanya saja gaya hidup yang boros dan hedon, membuat pengeluaran menjadi membengkak dan membuat kita tak bisa memiliki aset apapun, jangankan aset fisik seperti kendaraan atau pun benda lainnya, bahkan tabungan pun tak punya.

Ini sungguh miris, sudah bekerja bertahun-tahun, bahkan sampai tipes dan sakit-sakitan, tapi tak ada hasil apapun yang didapatkan selain umur yang semakin tua.

3. Buruk dalam manajemen keuangan
Mudah tergiur investasi yang belum pasti dan buruknya manajemen keuangan, bisa menjadi salah satu faktor yang membuat hasil jerih payah pekerjaanmu menjadi sia-sia.

Oleh sebab itu, penting kiranya bagi kita untuk melek literasi finansial, mulai belajar untuk mengelola keuangan dengan baik, mencatat kas keluar masuknya uang, agar kita tahu kemana saja perginya uang kita selama ini.

Misalnya setelah diketahui, Oh ternyata habisnya karena terlalu banyak belanja di marketplace, tergiur oleh promo, bahkan membeli barang-barang yang tidak penting.

Atau misalnya, ternyata habisnya uangku selama ini karena dipakai untuk liburan, jajan dan nongkrong di sana sini yang tidak penting.

*noted
Tapi, jika kita sudah hidup se-hemat mungkin, sudah mengatur keuangan dengan bijak, namun tetap tak bisa menghasilkan apapun, bisa jadi faktornya adalah dari pendapatan atau salary.

Kamu bisa meminta kepada atasanmu untuk nego naik gaji jika memang perfoma pekerjaan yang dilakukan selama ini memang sangat baik, atau kamu bisa memutuskan mencari pekerjaan lain yang lebih layak, yang bisa memberikan salary yang layak dan menunjang bagi kesejahteraan hidup.

Tapi, sebelum memutuskan resign, sebaiknya kamu sudah mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu atau memiliki tabungan cadangan yang bisa kamu gunakan untuk survive selama kamu mencari pekerjaan yang baru.

Ciri jika kamu berhasil dalam karir dan pekerjaan, maka ada sesuatu yang kamu hasilkan dan dapatkan dari pekerjaanmu selama ini. (@sanik_rdfth)***