Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

My Journey with 1000Daysfund, Experience and First Impression with Team



SANIKRADUFATIH - Heyyoo heyoo sahabat semuanya, gimana nih kabarnya, semoga kalian senantiasa dalam keadaan sehat dan baik ya. Soalnya beberapa pekan terakhir ini kondisi cuacanya lagi gak menentu, banyak temen-temen tim aku yang kondisi kesehatannya jadi sedikit menurun. Kita doain bareng-bareng ya, jika ada diantara sahabat kita yang lagi sakit, semoga lekas diberikan kesehatan dan lekas pulih. Berdoa dimulai....

"Ya Tuhan, berikanlah kesabaran dan kekuatan bagi saudara-saudara kami yang sedang diberikan ujian sakit, angkatlah rasa sakitnya, hilangkanlah penyakitnya, pulihkan dan sembuhkanlah saudara-saudari kami, Ya Tuhan, engkau adalah sebaik-baik penyembuh dan sebaik-baiknya pemelihara"

Berdoa selesai, amiin.

Oke deh, setelah beberapa bulan gak nulis, akhirnya aku nulis juga nih, tulisan kali ini, aku mau cerita tentang pengalamanku saat bergabung dengan salah satu Non Government Organization (NGO) 1000daysfund.org atau yang secara legal bernama Yayasan Seribu Cita Bangsa, 1000daysfund ini punya fokus program di bidang kesehatan, khususnya untuk pencegahan stunting dan penyuluhan terkait pentingnya 1000 hari pertama kehidupan.

Tapi, untuk kali ini, aku mau cerita tentang kesan pertamaku saat bertemu orang-orangnya, khususnya tim yang kemarin turun di program poster PentIng BKKBN perwakilan provinsi Banten.

Yang mau aku ceritakan yaitu ada Kak Habibi, Teteh Oca, Kang Rizky, Safarah Risvie (Safi) dan Bang Jojo (Joshua).


Okeh kita review langsung, di urutan pertama ada Kak Habibi, beliau ini adalah manager program untuk program poster Pencegahan Stunting ( PenTing) BKKBN -jadi, ada beberapa program kerjasama dengan BKKBN yang beliau kelola dan jalankan-, rencananya akan dilaksanakan di 5 provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatra Utara, program yang sudah dan sedang berjalan yaitu di provinsi Banten dan Jabar.

first Impression aku dan setelah bekerja bareng dengan beliau -dalam sudut pandangku, kak Habibi ini cukup dewasa dalam berpikir, beliau ini sering memberikan contoh, bukan sekedar bicara, utamanya dalam bersikap menurutku sungguh bijaksana, dan beliau ini sangat jarang atau bahkan tidak menghakimi atau menilai orang lain-, ini adalah hal pertama yang aku pelajari dari beliau. Tidak pernah judge orang lain.

Kak Habibi selalu berusaha berpikir netral dan tidak mudah menghakimi orang lain. Selain itu, beliau ini sangat fleksibel, bisa menyesuaikan kondisi dan suasana, ada waktu dimana ia bercanda dan ada waktu dimana ia serius. Walau lebih seringnya sih bercanda hehe (dikemas dengan candaan). 

Ciri khas dari Kak Habibi adalah gaya bicaranya yang menurutku sangat cepat, apa mungkin itu pengaruh dari kultur tempat beliau berasal, yaitu dari daerah timur, tepatnya adalah Sulawesi, aku kurang tahu juga sih. Tapi, sepengalamanku, aku juga punya teman dari Sulawesi, dan mereka juga cara bicaranya sangat cepat. Tapi, itu hanya subyektif dari pengalamanku saja, mungkin tidak semuanya begitu yaa. Intinya, beliau ini pribadi yang sangat humble dan menyenangkan.



Yang kedua, ada Emakk Oca Rosalina alias teteh Oca alias Mamah Ayleen, beliau ini mama muda beranak satu, beliau adalah program manager untuk di Provinsi Banten. Sebagaimana karakteristik Emak-emak, dalam subyektivitas pikiranku, beliau ini kangen-kangen nyebelin, ya gimana sih selayaknya Emak-emak, hehehe maaf ya teh wkwkw.

Emak-emak itu kan kadang suka riweuh, mood-moodan, grasa grusu, kadang rusuh juga, tapi beliau itu selalu peduli dan mengayomi, kalo lagi lurusnya nih beuhh baek banget, tapi klo lagi angot ya begitulah suka marah-marah gak jelas kadang (lebih ke sensi sih tepatnya), sewot, cemas, tapi untuk hal itu cuma sedikit doang kok, lebih banyaknya sih teh Oca itu sabar, peduli dan juga penyayang. Kalo lagi sensi biasanya sih karena pusing banyak revisi kerjaan dan lain-lain, jadi wajarlah lah ya hehe.

Kita sebagai anak-anak timnya, kudu lebih mengerti, jadi, kalau teh Oca lagi sensi, yaudah kita diam aja, kita dengerin kalau teh Oca lagi kesel atau mencak-mencak, sabar aja dengerin keluh kesahnya. Biasa lah, namanya juga Emak, ya karakter seorang Ibu kan kadang hanya ingin mencurahkan isi hatinya, ia hanya ingin menumpah ruahkan apa yang dirasakannya, gak perlu kita komentarin apalagi dibantah dan disanggah, cukup kita dengarkan dengan baik, pun kalau beliau minta feedback atau saran ya kita jawab dengan baik, jangan ngomong kalo gak diminta, cukup kita dengerin keluh kesah dan luapan rasa hatinya.



Yang ketiga, ada kang Rizky Aditya, kalau dari subyektivitas sudut pandangku, wah beliau ini orangnya sangat atraktif dan agresif ehh maksudnya sangat aktif, seperti anak-anak lagi masa pertumbuhan, lagi gemes-gemesnya, kalau pinjam kosakata yang pernah dipakai Safarah, istilahnya adalah "Pecicilan" heheh, tapi itu sarkas banget gak sih.

Tapi, kalau gak ada kang Rizky, suasana seolah sepi banget, beliau ini ibarat di makanan adalah bumbu mas*ko, gak ada beliau rasanya hambar, beliau ini yang senantiasa menghidupkan suasana. Justru dengan sifat aktif dan atraktif yang dimilikinya lah tim menjadi berwarna. Ciri khasnya adalah tersenyum lebar dan tertawa, untuk aku pribadi, aku gak pernah lihat kang Rizky gak senyum dan ketawa, beliau ini selalu tersenyum dan tertawa, selalu menghibur dan mencairkan suasana. Ibarat pepatah " Gak ada loe, gak rame".



Ke empat, ada Safarah, dipanggilnya Safi, tapi aku lebih suka memanggilnya Safarah, entahlah, menurutku rasanya terdengar indah saja jika "Safarah". Tapi, untuk Safarah, aku tidak bisa bercerita banyak, sebab, kami beda tim, dan kami tidak ada interaksi ataupun komunikasi yang intens dan berarti, kalau pun komunikasi maka hal itu lebih banyak membahas pekerjaan. Walau pun kami pernah ada beberapa obrolan, seperti bertanya tentang kondisi, itu pun karena Safarah sedang sakit dan ia seorang perantauan, hidup jauh dari keluarga.

Aku tidak bisa cerita banyak tentang Safarah, yang ku tahu dia itu memiliki senyum yang manis, sehingga dijuluki nanas madu. Semoga senyum manisnya itu menggambarkan karakter dan sifatnya, semoga demikian.



Nah, yang terakhir nih, ada bang Jojo alias Joshua, beliau ini dalam sudut pandang subyektifku, adalah anak muda urban, sangat fashionable dan stylish, beliau ini orangnya asik dan kekinian dan kalau bicara selalu apa adanya gak ditutup-tutupin, pelipur lara dan penggembiranya Emak Oca, kalau Teh Oca lagi pusing, nah bang Jojo inilah pelipur laranya. Sepengalamanku, Bang Jojo ini orangnya heboh juga, makanya cocok lah kalau satu tim ama Teh Oca. Bang Jojo ini sama seperti aku, kita adalah anak-anak timnya Emak Oca, kalau diibaratkan nih, bang Jojo adalah jalur anak pelipur lara dan penghibur hati, kalo aku kayaknya jalur anak berbakti aja deh hehe.

Kalau Teh Oca lagi ingin happy-happy dan asik-asik, ingin refreshing, ingin hiburan, nah itu bisa diarahkan ke bang Jojo, beliau amat berkapasitas dalam hal happy-happy hehe.

Tapi, kalau teh Oca lagi ingin berkeluh kesah, ingin meluapkan uneg-uneg, ingin dimotivasi, ingin cerita, perlu bantuan ini dan itu atau perlu siraman rohani dan pencerahan spiritual wkwkw, nah itu baru deh insyaallah aku bisa backup. Tapi, kalo untuk urusan happy-happy dan asik-asik, hiburan dan refreshment aku kurang berpengalaman, nah itu kita serahkan pada Bang Joe.

Kurang lebih begitulah perjalanan dan first impression aku gabung dan kenal dengan tim 1000daysfund, sebenarnya tim dan staff 1000 daysfund ini banyak banget, cuma aku baru kenal mereka aja. Semoga nanti bisa kenalan dengan lebih banyak orang lagi.

Overall, mereka semua yang aku ceritakan di atas adalah orang-orang yang baik, keren dan unik dengan ciri khasnya masing-masing.***