SANIKRADUFATIH - Komunikasi tidak hanya sekedar bicara atau menuliskan sesuatu lalu kita bebas menyampaikan apa yang kita mau. Tentunya, sebagai penyampai pesan, kita ingin pesan tersebut dipahami atau bahkan diikuti.
Komunikasi yang efektif dan memiliki pengaruh adalah komunikasi yang bisa menciptakan rasa saling memahami dan mengerti terhadap isi pesan yang disampaikan, yaitu saling mengerti dan memahami antara si penyampai pesan dan si penerima pesan.
Dalam hal ini, saya akan membahas komunikasi yang dibangun antar manusia (Sebab, segala sesuatu punya bahasa komunikasinya masing-masing).
Teknik ini saya pelajari dari Dale Carnegie dalam bukunya yang berjudul "How to Win Friends and Influence People".
Prinsip Komunikasi yang berpengaruh di antaranya adalah :
"Membangkitkan Minat pada Diri Orang Lain"
Dalam beberapa penelitian ilmiah terkait sikap manusia dalam berinteraksi, jika sesuatu hal tersebut tidak ada kaitan, tidak berdampak, tidak memiliki pengaruh terhadap dirinya, serta bukan sesuatu yang menarik minatnya. Maka orang tersebut cenderung abai dan enggan mendengarkan.
Maka, jika demikian, saat kita mulai membangun komunikasi, maka posisikan diri kita sebagai si pendengar atau audience, lalu tanyakan pada diri sendiri, apa yang membuat saya harus tertarik pada ajakan atau alasan apa, hal apa yang mendorong saya harus mau mendengarkan dan mengikuti kata-katanya.
Misal, kasusnya seperti ini, ada seseorang di kantor mengajak teman kantornya agar mau bermain futsal.
"Eh Bro, gue pengen main futsal nih, kebetulan sabtu ini gue waktunya luang, butuh banyak orang buat main biar rame dan cukup timnya, kita main futsal yuk Sabtu ini"
Kira-kira bagaimana reaksi dari temen-temennya yang mendengar?
"ya itu sih elu yang mau main, ya main aja sono, elu yang punya waktu luang, kita mh kaga, sibuk mau ngurusin ini itu". (Ajakannya kurang mendapatkan respon).
Kenapa hal itu bisa terjadi? karena si komunikan atau penyampai pesan hanya berbicara tentang dirinya, hanya bicara tentang keinginannya, kesenangannya dan kepuasan dirinya sendiri.
Hal itu tidak membangkitkan minat dan keinginan orang lain sama sekali. Jika kita ingin memenangkan hati orang lain dalam membangun komunikasi, maka bangkitkanlah minat pada diri orang tersebut, beri alasan kenapa ia harus datang, kenapa ia mesti mau, kenapa ia harus ikut, sampaikanlah pesan itu.
Mari kita ganti kalimatnya :
"Bro, Sabtu luangkah waktunya?
seru nih kalo sabtu ini kita main futsal, udah sumpek juga kan kerja mulu dari Senin-Jum'at. Biar sehat juga badan, biar gerak nih kita, olahraga kita seminggu sekali. Gimana bro, si A, B, C sama team divisi program udah pada mau ikut juga, kalo mau ikutan, langsung kabarin gue ya, ditunggu sampe siang nih ya"
Bagaimana responnya?, rata-rata langsung menjawab saat itu juga "Oke deh, gue ikut juga ya bro"
Kenapa hal itu bisa terjadi? Sebab, si komunikan menyampaikan minat yang secara umum diinginkan orang lain, seperti keseruan dan keinginan untuk sehat.
Tentunya, hal itu semua pun disesuaikan dengan audience atau orang yang kita ajak bicara. Prinsipnya adalah, "bangkitkan minat pada diri orang lain."
Bahkan, bila perlu, sebelum anda membangun komunikasi dengan orang tersebut, sebaiknya
digali profilnya, latar belakang dan informasi lainnya yang berkaitan dengan minat atau posisi, dampak dan pengaruh dari orang yang akan kita ajak bicara.
Biasanya hal ini dilakukan oleh mereka yang akan menjalin kerjasama bisnis atau pun kesepakatan, dan dilakukan oleh para diplomat, manager pemasaran maupun public relations.***
Demikianlah tips ringan dari @sanik_rdfth, semoga bermanfaat yaa.
