Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

5 Kunci Menjalani Hidup yang Tenang dan Berkualitas


SANIKRADUFATIH.MY.ID - Jika bicara soal kehidupan maka tidak akan pernah ada habisnya. Sebab, kehidupan adalah objek yang bersifat dinamis, ia senantiasa berubah dengan cepat, karena dihidupi oleh aktivitas manusia itu sendiri. Tapi, walaupun kehidupan senantiasa berubah, ada satu hal yang tidak akan berubah alias berlaku abadi di kehidupan, yaitu adalah nilai-nilai dan hukum kehidupan, sekali pun dari zaman batu sampai zaman teknologi. Nilai tersebut tidak akan berubah.

Apa itu nilai dan hukum kehidupan?, yaitu adalah nilai yang berlaku sejak pertama kali kehidupan manusia ada di muka bumi, seperti misalnya hukum kausalitas, hukum keseimbangan, dan hukum alam lainnya.

Contohnya, jika kita bermain api maka harus siap dengan risiko akan rasa panasnya. Intinya, jika kita melakukan sesuatu maka akan ada dampak tertentu yang kemudian timbul atau diakibatkan oleh perbuatan yang kita lakukan.

Atau misalnya, jika kita menanam apel maka akan tumbuh apel, jika kita menanam kaktus maka akan tumbuh kaktus, tidak mungkin dan mustahil secara hukum alam jika kita menanam apel kemudian dari benih apel tersebut yang tumbuh adalah pohon pisang. Jika kita menanam benih apel maka yang akan tumbuh adalah pohon apel, bukan yang lain.

Begitu pun dengan perbuatan yang kita lakukan, jika kita menumbuhkan cinta dan ketulusan maka hal itu pula yang akan kita dapatkan (meskipun dalam prosesnya bisa jadi berliku-liku), jika kita menebarkan kebencian maka kebencian lah yang akan kita dapatkan.

Dalam hukum kehidupan, kita akan mendapatkan apa yang kita tuai atau semai, jika menyemai kebaikan, welas asih, cinta dan kedamaian, maka hal itu pula yang akan kita dapatkan. Intinya, segala sesuatu yang kita kerjakan dan lakukan, pada akhirnya akan kembali kepada diri kita sendiri.

Berikut ini adalah 5 kunci menjalani hidup yang tenang dan berkualitas :

1. Hidup mengikuti aturan dan tidak mencari-cari masalah atau tidak cari gara-gara, jika ingin menjalani dan mendapatkan hidup yang tenang, maka jangan mencari gara-gara atau masalah.

Hidup di dunia ini memang tidak terlepas dari masalah, namun, ada jenis masalah yang timbul akibat perbuatan kita sendiri. Misalnya, ada orang banyak berhutang untuk hal yang tidak perlu, seperti menggunak Pay Later untuk hedon, dia pusing karena dikejar-kejar penagih hutang maka itu akhirnya timbul masalah, masalah itu muncul akibat kelakuan dirinya sendiri.

Lalu ada orang melakukan kejahatan, berbuat buruk, berjudi, mencuri, korupsi, menipu, memfitnah, mengadu domba, melakukan tindakan jahat atau pun perbuatan buruk lainnya, maka bisa dipastikan kehidupan orang tersebut tidak akan tenang, secara naluriah (kecuali psikopat atau memiliki kelainan jiwa). Tidak ada satu pun orang yang ketika ia melakukan sesuatu yang buruk, yang hidupnya melanggar aturan, kemudian ia hidupnya baik-baik saja, orang tersebut pasti akan merasa cemas, waswas dan khawatir. 

Ia akan merasa takut jika perbuatan buruknya diketahui orang, dia selalu merasa was-was dan takut jika keburukan serta kejahatannya terbongkar.

Orang yang melanggar aturan maka hidupnya akan selalu diliputi ketakutan, tidak ada ketenangan jiwa.

Untuk mendapatkan hidup yang tenang, maka ia tidak akan mencari-cari masalah di hidupnya. Ia tidak membesarkan-besarkan masalah kecil tapi juga tidak mengecilkan atau menganggap enteng setiap masalah yang hadir, ia akan melihat segala sesuatu dengan proporsional.

2. Jangan membenci dan tidak iri dengki, jika kita ingin hidup yang tenang dan berkualitas, maka jangan banyak membenci dan tidak iri dengki, sepahit apapun kejadian hidup yang dialami, perlakuan buruk apapun yang pernah didapati, belajarlah untuk meluaskan dan melapangkan hati.

Kebencian hanya akan menghabiskan energi dan waktu, kebencian dan iri dengki hanya akan membuat kita memikirkan segala keburukan orang lain sehingga kita tidak memiliki waktu untuk mengembangkan dan menumbuhkan diri, kebencian hanya akan membuat diri menjadi kerdil. Termasuk juga tidak nyinyir terhadap kehidupan orang lain, baginya, tidak ada waktu untuk mengomentari dan membicarakan hidup orang lain, ia fokus kepada bagaimana saya harus berkembang dan mendapatkan hidup yang berkualitas dan memberikan kebermanfaatan.

3. Memberi lebih (tentu saja memberikan sesuatu yang baik), jika ingin mendapatkan hidup yang tenang dan berkualitas, maka berilah atau lakukan sesuatu yang lebih di bandingkan apa yang dilakukan orang lain. Misalnya, jika ada yang memberimu satu kebaikan, maka kamu akan balas memberinya dua kebaikan.

Banyaklah memberi cinta kasih, kebaikan, ketulusan, empati, dan kebermanfaatan hidup. Sebab, segala apa yang kita berikan untuk kehidupan, maka ia akan kembali kepada diri kita.

Jika ingin dicintai dan dikasihi dengan tulus, maka berilah rasa cinta kasih dan ketulusan itu juga pada orang lain, berilah sesuatu yang lebih kepada kehidupan.

4. Tidak banyak berharap, memiliki harapan adalah hal yang baik, kita memang perlu memiliki harapan dalam hidup ini, karena, harapan adalah penggerak dari kehidupan yang kita jalani.

Hanya saja, jika kita terlalu banyak berharap, apalagi berharap kepada sesuatu yang fana, seperti misalnya berharap pada manusia, maka jangan harap akan mendapatkan kehidupan yang tenang dan berkualitas, yang ada justru kita akan mendapatkan banyak kekecewaan. Memiliki harapan memang perlu, hanya saja kita tidak kemudian berekspektasi tinggi terhadap hal tersebut, sewajarnya saja.

5. Kesederhanaan hidup, kunci terakhir yang bisa dijadikan acuan untuk menjalani kehidupan yang tenang dan berkualitas adalah dengan kesederhanaan hidup. Yaitu, tidak banyak tingkah, bergaya atau menjalani kehidupan sesuai kapasitas dan kemampuan diri yang dimiliki. Intinya, hidup yang simple, gak ribet dan gak neko-neko.

Tidak memaksa diri harus selalu mengikuti trend A, B atau C, kesederhanaan hidup adalah bagaimana cara kita menjalani kehidupan dengan kebermaknaan akan nilai-nilai luhur, bukan nilai-nilai rendah materil dan kebendaan.

Misalnya, makan tidak harus selalu mewah, selama memenuhi gizi, makanannya sehat dan baik untuk tubuh, itu pun sudah cukup.

Smartphone tidak harus mahal atau harus iPhone, selama fungsionalnya sama, kegunaannya sama, ia tidak akan memaksakan diri untuk membeli iPhone atau Smartphone mahal yang memang bukan kapasitas dan keperluannya. Ia menjalani hidup berdasarkan nilai fungsi dan kegunaan, yaitu hidup yang simple, tidak menyusah diri sendiri dan tidak menyusahkan orang lain. Jika ia belum mampu untuk hal tersebut maka ia tidak akan memaksakannya.

Itulah 5 kunci menjalani hidup yang tenang dan berkualitas, semoga apa yang dibagikan ini bisa bermanfaat untuk teman-teman baik semua.

Untuk temen-temen yang ingin mendukung dan support agar aku terus produktif menulis dan berkarya, boleh dukung aku melalui program "donasi teman baik", caranya, temen-temen bisa DM saja melalui IG @sanik_rdfth bahwa temen-temen ingin support, nanti akan aku balas di DM, sebelumnya, Terima kasih banyak dan semoga sehat selalu untuk temen-temen semuanya :)