Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Cara Mengetahui Kualitas Hidup yang Kita Jalani, Penting Untuk Diketahui



SANIKRADUFATIH.MY.ID - Orang terkadang enggan melakukan sesuatu hal dikarenakan ia belum mengetahui benefit ataupun manfaat yang akan didapatkan jika ia melakukan hal tersebut.

Berbeda dengan sesuatu yang sifatnya kesenangan, sekali pun sudah diketahui dampaknya negatif bahkan buruk. Orang sering kali abai dan bahkan tak peduli, yang penting aku bahagia, yang penting aku senang —padahal, kebahagiaan dan kesenangan yang didapatkannya adalah semu dan sangat singkat, dan dampak buruk yang ditimbulkannya bisa berdampak jangka panjang jika tidak segera diperbaiki—. Sedangkan, kebalikannya, untuk sesuatu yang sifatnya positif atau bermanfaat, terkadang dirasa membosankan, tidak asyik dan dianggap sebagai penderitaan.

Kita ambil contoh mudahnya begini deh, lebih menyenangkan mana antara nongkrong dan hang out main ke mall (apalagi kalau ama couple) sambil take foto nyari tempat instagramable buat diunggah ke sosmed atau ikut kajian ilmiah dan bedah buku, seminar dan diskusi publik, mana yang lebih menyenangkan dan seru?. 

Tentu, secara umum, lebih asyik dan seru main ke mall jalan ama couple dibandingkan ikut bedah buku, diskusi, seminar atau baca buku ke perpustakaan.

Sebenarnya boleh dan sah-sah saja untuk main, hang out dan jalan ke Mall ama couple atau whatever lah ya. Tapi, untuk mengetahui sejauh mana kualitas hidup yang kita jalani, maka di antara indikatornya bisa dilihat dari seperti apa dan jenis aktivitas apa yang lebih banyak kita lakukan di hidup ini.

Lebih banyak rebahan kah, dugem, nonton drakor, hang out dan main-mainnya atau lebih banyak diisi dengan kegiatan pengembangan kualitas diri yang bermanfaat dan positif, seperti membaca buku, diskusi ilmiah, ikut volunteer, dengerin podcast self improvement, nonton YouTube Ted Talk, mengikuti berbagai kelas peningkatan skill dan kegiatan bermanfaat lainnya.

Kita rangkum supaya lebih ringkas deh, untuk tahu kualitas hidup seperti apa yang kita jalani, intinya begini “Apakah aktifitas dan kegiatan yang dilakukan lebih banyak diisi oleh hal positif dan bermanfaat ataukah sebaliknya? ” tolak ukurnya cukup dari situ dulu.

Lebih gampangnya lagi, kita ambil sebuah cerita, ada dua orang, yang pertama, kita sebut saja namanya Aslun dan yang kedua, namanya Mahirun.

Si Aslun, kegiatan sehari-harinya kebanyakan tidur dan rebahan, malamnya bergadang main game, terus gaya-gaya’an nonton dan nongkrong ke Mall dan bioskop sambil duitnya padahal dapat malak dari Emak, hobinya mengeluh. Impian dan cita-citanya pengen sukses, tapi gak mau kerja keras dan malas-malasan, punya uang malah deposit judi online, kalau dikasih nasehat selalu mengelak dan banyak alasan, baca buku gak pernah, diskusi ilmiah gak mau ikutan, kebanyakan pay latter belanja yang gak perlu, terus gaya hidupnya ala-ala hedon pengen ngikutin trend.

Beda dengan si Mahirun, tiap pagi, saat abis sembahyang, dia baca buku, dicatatnya hal-hal yang penting, udah gitu dia bantuin Emak-nya, apapun itu dia bantuin, dia tanya ke Emak-nya.

“Emak, apa ada yang bisa Mahirun bantu, ada beres-beres apa Mak?,”

Walaupun Emak-nya bilang.
“Gak apa-apa Irun, gak usah, Emak juga bisa,”

Tapi, Mahirun tidak tinggal diam, dia lihat ada cucian piring kotor numpuk, kemudian dia bilang ke Emak-nya.

“Ini ada piring kotor numpuk, biar Irun cuci ya Mak”.

Emak-nya mau ke pasar, sedangkan bapaknya masih tidur, si Irun peka, dia bilang ke Emak-nya.

“Emak mau ke pasar ya, biar Irun yang anter ya Mak,”.

Dari satu hal itu aja dan belum melangkah ke luar rumah, si Irun udah dapat keberkahan dan keridhoan orang tua, khususnya Emak, kalau orang tua hatinya udah ikhlas ridho, Insyaallah hidup tuh berkah. Gak peduli laki-laki atau perempuan, kalau mau bantuin orang tua maka gak pandang gender, mau nyuci piring, nyuci baju, setrika baju atau masak atau whatever, selama kita bisa melakukannya ya kita jalanin buat bantuin.

          **Sesuai konteks, kalau yang di atas itu adalah konteks saat si Mahirun menjadi seorang anak dan masih bersama orang tuanya.

(Akan beda ceritanya jika si Irun sudah berumah tangga dan punya anak istri, tentu dia akan bertanya pada istrinya terkait hal-hal apa yang bisa dibantunya, apakah beres-beres rumah, mengasuh anak, menemani belanja ke pasar atau pun membantu pekerjaan rumah tangga lainnya. Doa keluarga sangat penting, di antaranya doa dari istri yang ikhlas dan ridho, yang hatinya bahagia terhadap suami, InsyaAllah suami cari rezeki dan kerja pun dimudahkan). 

Selain itu, si Irun juga suka mengikuti kegiatan bermanfaat, seperti ikut volunteer, ikut bedah buku, ikut kelas menulis, ikut kelas public speaking, suka baca buku ke perpustakaan, beli buku bacaan sebulan sekali, baca artikel bermanfaat, dengerin podcast pengembangan diri, nonton YouTube dengan tema kajian dan pembelajaran, kemudian si Irun juga menerapkan ilmu yang didapatkannya di kehidupan sehari-hari.

Dia hampir gak pernah mengeluh, saat dapat hal yang gak enak, dia cuma berdoa dia dalam hati agar Tuhan menguatkan dirinya dan agar ia bisa belajar dari setiap pengalaman pahit yang dilalui, dan kadang dia cukup tulis di kertas aja setiap ada yang mau dikeluhkan.

Kalau bekerja, si Irun selalu berupaya memberikan hasil yang terbaik, selalu menjaga janji dan amanah yang diberikan. Kalau mau apa-apa, misalnya pengen beli sesuatu, dia nabung dulu, sabar dan gak buru-buru.

Dari kisah si Aslun dan Mahirun, kita semua bisa melihat contoh kecil dari seperti apa dan bagaimana penggambaran sebuah kualitas hidup.

Senang-senang boleh, nongkrong dan main ke Mall, jalan-jalan staycation, mau beli barang kesukaan, nonton bioskop ama couple gak masalah, hal itu manusiawi. Saya pun kadang melakukannya, hanya saja, sudahkah diimbangi dengan kegiatan dan aktivitas bermanfaat lainnya, agar diri senantiasa berkembang dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga bermanfaat ya teman-teman semua.

***
Untuk temen-temen hebat semua yang ingin support agar aku terus produktif menulis dan berkarya, boleh dukung aku loh melalui program "donasi teman baik," caranya, temen-temen bisa DM saja IG @sanik_rdfth bahwa temen-temen ingin support, nanti akan aku balas di DM.

Dan, kalau lembaga atau komunitas teman-teman mau ngadain coaching, pelatihan manajemen organisasi, leadership, pengembangan diri, self improvement, growth mindset, public speaking, digital writing dan blogging, bisa DM aku juga ya. Kasih tahu kabar baik ini ke semua sahabat kamu ya. Salam hangat untuk kalian orang-orang hebat dan baik.

Terima kasih banyak dan semoga sehat selalu untuk temen-temen semuanya :) ***