Sanikradufatih.my.id - Sangat jarang atau bahkan tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak ingin berubah menjadi lebih baik atau mendapatkan kondisi yang terbaik di hidupnya. Siapapun dia, sekali pun orang paling terburuk atau jahat di dunia, pasti ia menginginkan kehidupan yang baik dan terbaik.
Hanya saja, kehidupan yang baik bukanlah sesuatu yang sifatnya pemberian, ia adalah sesuatu yang mesti diusahakan dan diupayakan.
Walaupun memang tidak mudah untuk bisa meraih dan mendapatkannya, tersebab, hukum dari kehidupan itu sendiri adalah dinamis (senantiasa berubah dengan cepat), tinggal bagaimana diri kita menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang dinamis tersebut, agar bisa beradaptasi.
Berikut ini adalah 4 skill atau kemampuan yang sebaiknya kita miliki di dalam hidup, jika kita mampu mengoptimalkan 4 skill ini dengan baik, maka hal itu bisa menjadi bekal dan kendaraan bagi kita untuk bisa mendapatkan kehidupan yang baik. Bahkan bisa menjadi penyebab perubahan yang hebat dan dahsyat dalam hidup, 4 skill tersebut yaitu :
1. Skill Mendengarkan
Mungkin kelihatannya sangat mudah dan sederhana, tapi ketahuilah bahwa faktanya tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik.
Mendengarkan adalah hal yang sangat membosankan dan membuat ngantuk, kebanyakan orang lebih suka berbicara dari pada mendengarkan. Padahal, jika kita mengetahui betapa hebatnya skill yang satu ini, maka kita akan lebih memilih banyak mendengarkan daripada banyak bicara.
Skill mendengarkan adalah skill yang memiliki banyak impact dalam perkembangan dan pertumbuhan diri manusia, tentu saja dengan beberapa syarat tertentu yang harus dipenuhi, sehingga ia bisa dikatakan memiliki skill mendengarkan yang baik.
Mengapa skill mendengarkan ini penting, karena, dengan lebih banyak mendengarkan maka kita bisa lebih banyak menyerap dan mendapatkan informasi, hanya saja, ketika dibagian ini, kita juga perlu belajar memfilter alias memilih dan memilah terkait hal apa saja yang sebaiknya kita dengar.
Mendengarkan akan melatih jiwa kita untuk senantiasa sabar dan tidak mudah mengambil kesimpulan sebelum pembicaraan selesai.
Saya yakin, jika ada seorang pembicara atau public speaker yang piawai dan bisa memikat hati banyak pendengar, maka percayalah di antara rahasia kepiawaiannya dalam berbicara adalah karena ia juga piawai dan hebat dalam mendengarkan.
Sekarang, mari kita simulasikan, bagaimana rasanya jika saat kita berbicara kemudian kita diabaikan dan tidak diperhatikan, tidak dipedulikan, kurang antusias dan tidak disimak, mungkin rasanya akan dongkol dan kesal.
Maka, jika kita ingin menjadi seorang pembicara yang baik dan piawai serta memikat dan menyentuh hati banyak pendengar maka kita pun harus mulai belajar untuk mau menjadi pendengar yang baik, yaitu memberikan perhatian dan fokus kita dengan sungguh-sungguh pada orang yang mengajak kita bicara atau pada seseorang yang sedang berbicara.
Saya biasanya mencoba melatihnya dengan mendengarkan podcast, saya dengarkan podcast tersebut dengan seksama dan sungguh-sungguh, memberikan perhatian, dan fokus pun saya tujukan pada si pembicara di podcast tersebut, dan terlebih lagi jika kita mendengarkan seorang pembicara atau narasumber secara langsung, seperti misalnya dalam acara seminar, diskusi, bahkan ceramah agama, maka saya akan memperhatikan dan mendengarkannya dengan seksama serta menyimak apa yang disampaikan oleh pembicara atau orang yang sedang berbicara.
Kelihatannya memang mudah, tapi coba buktikan saja dengan mempraktikkannya secara langsung, bagaimana caranya menjadi seorang pendengar yang baik, yang bisa memberikan perhatian penuh, antusias dan berusaha sabar serta tidak memotong pembicaraan orang lain.
Ubah cara bicaramu, maka hidupmu pun akan berubah. Kualitas pembicaraan atau pembahasan atau obrolan pun, tergantung dari seberapa berkualitas sesuatu yang kita serap di dalam diri.
2. Skill Membaca
Apa? Membaca termasuk ke dalam skill, apa tidak salah, bukankah membaca itu hal yang mudah, zaman sekarang hampir semua orang bisa membaca.
Yaps betul, zaman sekarang hampir semua orang dan rata-rata manusia di dunia sudah bisa membaca, tetapi apakah ketika sudah bisa membaca kemudian bisa dipastikan mereka berminat untuk membaca?
Bisa membaca dan minat membaca adalah dua hal yang berbeda, orang yang hanya sekedar bisa membaca tapi malas atau kurang dalam minat baca, maka diibaratkan seseorang yang diberikan kekuatan super namun tidak mengoptimalkan kekuatan supernya dengan baik.
Sehingga, kekuatan supernya tidak membawa manfaat apapun bagi dirinya, hanya ala kadarnya saja. Kita sebut saja sia-sia.
Skill membaca ini hampir sama seperti skill mendengarkan, kita harus mau bersabar dalam prosesnya. Misalnya seperti ini, ketika kita ingin mendapatkan informasi atau berita atau pengetahuan yang utuh terhadap suatu peristiwa, cerita, kisah atau apapun yang bentuknya tulisan, maka apa yang harus kita lakukan? Yaps, kita harus membacanya, kita harus membacanya dengan seksama, kemudian memaknainya, setelah itu mengimplementasikannya.
Mengapa harus mengimplementasikannya? Agar hasil bacaan yang kita baca tidak sekedar menjadi semak belukar di dalam pikiran, tapi ia tumbuh subur sebagai bunga-bunga yang indah atau mungkin menjadi sayur mayur yang penuh nutrisi bagi kehidupan kita.
Dengan banyak membaca, maka kita akan memiliki banyak perbendaharaan pengetahuan di dalam diri, tentunya membaca tidak hanya dimaknai secara literal sebagai membaca buku atau tulisan saja, tapi juga membaca yang tersirat, seperti membaca diri, lingkungan, kondisi sosial, alam, zaman dan lain sebagainya.
Tapi, sebelum jauh membaca hal yang tersirat, minimalnya kita mau membiasakan diri untuk memperbanyak ragam buku bacaan, memiliki kebiasaan untuk membaca, misalnya membaca buku satu minggu satu buku.
Percayalah, dengan membaca buku akan mengubah hidupmu, pola pikir akan berkembang, ketika pola pikir kita berkembang, maka hal itu akan mempengaruhi sikap dan perilaku kita dalam bertindak.
Kunci dalam membaca adalah jangan berhenti di satu buku, jika sudah membaca satu buku maka wajib hukumnya harus diselesaikan. Sebab, ketika kita tidak membaca dengan utuh dan tidak selesai, maka akan menghasilkan pemahaman yang keliru atau bahkan salah.
3. Skill Berbicara
Untuk skill berbicara, sebenarnya skill ini akan bertumbuh seiring kemampuan menjadi pendengar yang baik. Sebab, output dari mendengar adalah berbicara, sedangkan output dari membaca adalah menulis.
Walau memang tidak bisa dipastikan akan 100% ketika menjadi pendengar yang baik kemudian secara otomatis akan langsung ahli dalam berbicara, kita memang masih tetap perlu beberapa latihan dan mempelajari hal teknis terkait kemampuan berbicara alias public speaking.
Sebab, untuk skill berbicara, hampir seumur hidup kita habiskan untuk bicara (kecuali untuk kasus tertentu, misalnya bisu). Dari sejak kecil, kita semua sudah terbiasa bicara bahkan banyak bicara.
Kenapa kita bisa lebih mudah bicara, karena kita banyak mendengar dari orang tua, keluarga dan lingkungan sekitar kita. Kemudian kita serap dan secara sadar atau tidak, kita mengadopsi budaya bicara yang sering kita dengar. Maka, jika ingin menjadi pembicara yang baik, maka kita pun mesti banyak mendengarkan sesuatu yang bermanfaat dan baik.
Misalnya, mendengarkan kajian ilmiah, seminar, diskusi, dialog publik, mendengarkan podcast dan tonton youtube yang bermanfaat dan mengikuti kegiatan kajian bermanfaat lainnya.
4. Skill Menulis
Skill berikutnya yang sebaiknya dimiliki adalah skill menulis, ada begitu banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan kemampuan menulis, dalam hidup ini, tak ada satu pun hal yang terlepas dari tulisan. Mulai dari bisnis, ekonomi, hukum, industri kreatif, bahkan agama sekali pun, semuanya tidak terlepas dari tulisan.
Menulis adalah salah satu cara untuk melatih pikiran, dengan menulis, maka kita belajar untuk menuangkan apa yang ada di dalam pikiran.
Rata-rata, orang-orang besar yang terkenal dan dianggap memiliki kontribusi besar dalam perjalan hidupnya, biasanya ia juga memiliki kemampuan menulis, memiliki karya tulis atau menuangkan ide-ide dan gagasan besarnya dalam sebuah tulisan, entah karya sastra, jurnal, kolom atau artikel.
Tulisan adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah kehidupan, menulis adalah salah media atau tools pendidikan yang paling tua, bahkan peradaban pun pada mula dibangun daripada budaya menulis, karena dengan demikian, ilmu pengetahuan dari generasi ke generasi bisa didokumentasikan dan diwariskan secara lebih efektif dan efisien dari pada hanya sekedar ilmu pengetahuan yang diturunkan melalui budaya oral atau folklor, atau yang diceritakan turun temurun dari mulut ke mulut secara lisan.
Jika peluru paling hanya bisa menembus satu atau dua kepala saja, tapi sebuah tulisan bisa menembus jutaan kepala. Bahkan, hanya dari sebuah tulisan saja bisa menggerakan jutaan orang untuk melakukan sesuatu.
Sebuah tulisan pun bisa ditransfer ke berbagai bentuk atau pun media, mulai dari audio sampai video.
Maka, tulislah sesuatu yang bermanfaat, yang bisa menumbuhkan kesadaran dan menggerakan hati banyak orang untuk melakukan hal-hal baik.
Lalu, Bagaimana agar bisa memiliki kemampuan menulis, tentu saja yaitu dengan banyak membaca dan mendengar. Bagaimana kita mau menulis jika isi kepala kita kosong, maka kita pun harus mengisi kepala kita dengan ragam bacaan dan pengalaman hidup, kemudian ambil manfaat serta hikmah dari setiap bacaan dan pengalaman hidup yang dilalui.
Untuk hal-hal teknis dalam menulis, sebenernya itu adalah hal yang mudah untuk dipelajari, kita bisa ikut kelas menulis, kemudian mengikuti loka karya kepenulisan, dan mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepenulisan dan literasi.
Itulah 4 skill yang jika kita miliki dan dioptimalkan dengan baik, maka ia bisa mengubah kehidupan kita, bahkan akan terjadi perubahan yang hebat dan dahsyat, jika tidak percaya, maka cobalah.*** (Sanik Radu Fatih)
