Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ambil Jarak dan Jeda Sejenak


SANIKRADUFATIH.MY.ID - Layaknya sebuah mesin, diri kita pun memerlukan istirahat, jika terus dipaksakan maka bisa membuat mesin mengalami over heat alis panas, error bahkan rusak.

Tetapi, istirahat yang dilakukan bukan hanya sekedar istirahat fisik seperti tidur, manusia berbeda dengan mesin, yang membedakannya adalah jiwa. Jika mesin mengalami over heat, maka cukup dimatikan mesinnya, diistirahatkan sejenak. Tapi, manusia tak cukup hanya sekedar dengan istirahat fisik seperti tidur, sebab, manusia memiliki jiwa, pikiran, perasaan dan kehidupan sosial.

Ada seseorang yang sudah mencoba dan memaksa istirahat dengan cara tidur, tapi setelah bangun tidur pun ia tetap merasa lelah dan penuh beban, dadanya merasa sesak dan pikirannya terasa penuh. Ternyata yang diistirahatkan hanya badan fisiknya, sedangkan, jiwa, perasaanya, pikirannya, kehidupan sosialnya tidak diistirahatkan.

Maka, jika ingin istirahat yang berkualitas, bukan hanya sekedar mengistirahatkan badan fisik saja, tapi juga mengistirahatkan apa yang melekat padanya, yaitu jiwa, perasaan dan kehidupan sosial.

Ambilah jarak dan jeda sejenak dari arus deras gelombang kehidupan, sesekali kita membutuhkan hening dan sunyi, sesekali kita perlu menepi.

Bagaimana cara mengistirahatkan jiwa, perasaan dan pikiran? Kita bisa mencoba dengan melakukan meditasi, yoga atau praktik terapan olah jiwa, seperti berlatih pernafasan.

Namun, saya sendiri memiliki cara khusus untuk mengistirahatkan diri, yaitu selama sehari penuh akan pergi ke suatu tempat dengan view alam, misalnya pergi ke taman, gunung, pantai, bukit atau danau, dan berkomitmen mematikan jaringan internet smartphone selama 24 jam (smartphone digunakan hanya untuk mengabadikan momen atau menulis di note jika ditemukan hal menarik), kemudian benar-benar mengosongkan pikiran dari segala hal, memaafkan segala yang menyakiti dan memberikan pengampunan terhadap segala kepahitan apa pun, bersyukur atas segala kebaikan hidup dari yang besar sampai yang sederhana, menerima segala yang hadir di kehidupan apa pun peristiwanya, setelah itu dengan segenap hati, saya memandangi langit dan menikmati keindahannya.

Jika berada di pantai maka saya akan menikmati dan mendengarkan suara deru ombak dan aktifitas yang ada di sekitarnya, hanya berdiam diri dan memperhatikan, saya melakukan itu sampai saya merasa cukup dan batin saya puas. Cukup diam dan memperhatikan aktifitas sekitar, hanya itu saja.

Begitu pun jika berada di gunung, taman atau danau, saya hanya akan berdiam sejenak menatap langit, memandangi langit, mengosongkan pikiran kemudian memperhatikan aktifitas yang ada di sekitarnya.

Saya membuat jarak antara diri dengan kehidupan, sehingga saya bisa kembali utuh dan melihat dengan jernih tentang diri dan kehidupan yang dijalani, mengambil jarak dan jeda sejenak, kita perlu istirahat, semoga bermanfaat ya.***