Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Responsive Advertisement

AI dan Potensi Fake News yang Semakin Brutal Menjelang Pemilu 2024


SANIKRADUFATIH - Dengan perkembangan AI saat ini. Ada potensi besar di masa mendatang, "Fake News alias hoax" bisa menjadi lebih brutal dari sekarang. Bercermin satu dekade kebelakang, fake news memiliki dampak yang sangat besar, khususnya di negara yang "Berkembang", yang di mana tingkat cakap literasi digitalnya masih minim, sehingga membuat mereka mudah digiring dan menelan mentah-mentah setiap informasi yang beredar.

Dahulu saat masih mengandalkan Photoshop/Foto Editor serta pengolahan informasi palsu masih dilalukan secara manual, walau editannya masih belum rapih dan tulisannya "kurang masuk" tapi banyak yang percaya bahwa itu adalah berita benar.

Apalagi di zaman sekarang, saat sudah bisa generate image dan text pakai AI, hampir tidak bisa membedakan mana yang foto nyata dan hasil generate AI. Pengolahan narasi informasi palsu pun bisa terlihat lebih profesional berkat bantuan AI.

Awal hingga tengah tahun ini memang belum terlalu terlihat di Indonesia, tapi bisa jadi akhir tahun ini  atau menjelang pemilu 2024, akan mulai bermunculan. Dan ditahun tahun berikutnya mungkin lalu lintas internet di Indonesia akan dibombardir fake news, hoax dan disinformasi lainnya.

Perlu ditekankan, sudah saatnya diri sendiri, pendidik, orangtua, calon orangtua dan semua unsur masyarakat harus mulai boosting literasi digital.

Berikan edukasi ke diri sendiri atau ke siapapun yang sekiranya masih "gaptech" maupun tidak, agar lebih cakap dalam literasi digital. Kita harus mulai dari sekarang, jika ditunda-tunda keburu tenggelam di lautan maya.

Jika boosting literasi digital dirasa sulit, Minimal ada Aspek Tabayyun dalam hati kita dan tidak menelan mentah-mentah setiap berita dan informasi yang beredar, apalagi yang berkaitan dengan politik. Itu saja.

(Tulisan ini disarikan dari Opini Mohammad Yusuf Fadilah)***