SANIKRADUFATIH - Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju fase dewasa, yang dimana pola berpikirnya masih belum ajeg alias belum stabil. Sebenarnya, kita tak bisa menyebut para remaja yang "sedang mencari identitas diri dan eksistensi" tersebut dengan istilah nakal atau kenakalan remaja, sebab kenakalan yang terjadi pada masa remaja umumnya bukan dari keinginan atau yang dilakukan secara sadar oleh si remaja untuk berbuat nakal, tapi ada faktor lain, di antaranya yaitu lingkungan dan pola asuh dari keluarga.
Remaja yang dididik dengan baik dan memiliki lingkungan yang baik, sangat minim melakukan kenakalan. Tetapi, saat ini mesti kita pahami bahwa yang dimaksud dengan lingkungan bukan lagi sekedar lingkungan sosial di dunia nyata, tapi juga lingkungan di sosial media, bagi orang tua atau yang sudah dewasa, yang memiliki anak atau adik, maka ia mesti melakukan pengecekan dan melakukan pengawasan terhadap konten-konten yang diikuti atau dikonsumsi oleh anak atau adiknya yang sudah memasuki masa remaja.
Masa Remaja bisa dikatakan berada di kondisi psikologis yang tanggung, sebab jika disebut anak kecil tapi bukan lagi anak kecil, disebut dewasa tapi belum sampai. Masa remaja biasanya penuh dengan rasa penasaran, sehingga segala hal ingin dicoba dan dilakukan, masa remaja juga adalah masa pencarian jati diri dan membangun identitas diri. Maka tidak heran jika para remaja banyak melakukan "kenakalan", karena mereka sedang mencari identitas diri dan ingin eksistensinya diakui.
Apakah kenakalan remaja adalah sebuah masalah? Kenakalan remaja adalah hal yang wajar dalam proses pertumbuhan psikologis, sebab kenakalan remaja adalah efek yang ditimbulkan dari proses peralihan dari masa anak-anak ke fase dewasa.
Para remaja selalu ingin mencoba banyak hal dan penuh rasa penasaran, itu bisa membuat mereka memiliki banyak pengalaman dan makna terhadap nilai hidup. Biarkan mereka banyak belajar dari kesalahan dan kenakalannya. Tak perlu kita hakimi. Karena, mungkin kita juga pernah nakal saat remaja.
Tetapi, perlu dicatat, proses bertumbuhnya (nakalnya) remaja pun perlu diawasi, dipantau dan diarahkan, sebenarnya kenakalan-kenakalan yang terjadi pada awalnya merupakan luapan ekspresi dan semangat diri, namun karena tidak diarahkan atau tidak menemukan wadah atau cara untuk menyalurkannya, maka timbulah cara-cara yang meresahkan dan menyebalkan atau yang kita sebut dengan kenakalan.
Selama kenakalannya adalah sesuatu yang masih wajar, masih dalam batasan-batasan yang bisa ditolerir dan bukan suatu tindakan kejahatan kelas berat, maka hal itu masih bisa dimaklum. Seperti misalnya balap motor liar, membantah saat dinasehati, berkelahi, tengil dan petantang petenteng, atau kelakuan menyebalkan lainnya, maka hal itu masih bisa dimaklumi.
Tapi jika sudah melakukan tindak kriminal dan kejahatan kelas berat, maka hal itu sudah tidak bisa disebut sebagai kenakalan lagi, tapi memang kejahatan dan tindak kriminal, maka hal harus ditangani secara hukum ataupun tindak lainnya yang sekiranya diperlukan untuk membuat mereka bertanggung jawab terhadap apa yang sudah dilakukan.
Kenakalan remaja pada dasarnya adalah sesuatu hal yang wajar selama kelakuannya masih bisa ditolerir dan berada dalam koridor kenakalan remaja yang masih taraf ringan. Jika mengutip dari sebuah lagu, kurang lebih seperti ini,
"Darah muda, darahnya para remaja, yang selalu merasa gagah dan tak mau mengalah, masa muda, masa yang berapi-berapi yang maunya menang sendiri walau salah tak peduli, masa muda haaa... "
Biarkan mereka banyak belajar dari kesalahan, agar kelak saat dewasa mereka bisa matang dalam pemikiran dan memiliki banyak pengalaman, tak perlu dihakimi, cukup diarahkan dan diingatkan jika sudah dirasa berlebihan. Sebab, kita juga mungkin pernah nakal dengan cara yang berbeda-beda. @sanik_rdfth***
