SANIKRADUFATIH - Apa yang membuat segala sesuatu bisa menjadi berarti, bahkan ia rela berkorban dan mempertaruhkan banyak hal, sampai terluka dan jatuh sekalipun ia tak peduli, di saat ia hampir mati dan sekarat pun, tekad, semangat dan harapannya tak pernah padam, bahkan ia bangga terhadap apa yang telah dilakukannya.
Walau ia telah tersungkur dan hampir terkubur, namun ia tak pernah berhenti untuk bangkit dan terus berusaha, kiranya apa yang membuat sesuatu menjadi begitu berarti? Jawabannya adalah "makna", makna bisa membuat segala sesuatu menjadi berarti, ada nilainya.
Makna adalah nilai dan pengertian yang kita berikan kepada suatu objek tertentu, bisa objek empiris yang nyata, misalnya kita lekatkan pada suatu benda (contohnya benda pemberian yang didapatkan dari orang yang dicintai), atau pun pada objek yang abstrak seperti kehidupan.
Contoh kasusnya kurang lebih seperti ini, sebuah novel jika dilihat secara umum adalah benda yang biasa saja, ia hanya buku berisi sebuah cerita, tapi akan jadi berbeda dan begitu berharga ketika kita memberikan makna kepada novel tersebut, misalnya kita memaknai novel tersebut sebagai benda yang menemani perjalanan dan saksi perjuangan hidup, kita akan menganggap novel tersebut sebagai sesuatu yang berarti karena kita telah memberikan makna pada novel tersebut.
Contoh lainnya adalah sebuah gambar di atas ini, ketika gambar jendela di atas tanpa caption, tanpa narasi atau tanpa penjelasan apapun, maka kita mengganggap itu hanya sebuah gambar jendela biasa saja. Tapi, coba simak narasi di bawah ini terkait jendela tersebut.
Jendela tersebut adalah benda yang menjadi saksi bagi kisah tragedi yang memilukan, jendela tersebut adalah bagian dari kamar yang di tempati seorang gadis yang pernah hidup di masa perang kemerdekaan, berlokasi di Jawa Tengah. Setiap hari, gadis tersebut selalu menunggu kabar kepulangan kekasihnya dari medan perang (yang pada saat itu sedang ditugaskan untuk berjuang bersama tentara PETA melawan para penjajah), ia selalu menunggu dari jendela kamar tersebut, selain berharap mendapat kabar, alasannya menunggu di jendela kamar adalah agar nanti bisa melihat langsung kedatangan sang kekasih saat pulang dari medan perang.
Tahun demi tahun berganti, perang tak selalu terjadi setiap hari, ada kalanya perang pun jeda, beberapa rekan tentara PETA yang lain ada yang sudah pulang, bahkan ada yang sudah pulang pergi beberapa kali ke medan perang, sedangkan kabar sang kekasih yang senantiasa ditunggu gadis tersebut tak pernah terdengar, baik dari rekan sesama pejuang maupun komandan PETA, sungguh tak ada petunjuk dan kabar sama sekali.
Sampai perang usai, sang kekasih tak kunjung pulang dan tak pernah terdengar kabarnya, tak ada yang tahu nasibnya seperti apa, tak ada yang tahu sama sekali, bahkan dicatatan data kematian para prajurit pun tak ditemukan. Ia hilang bak di telan bumi.
Gadis tersebut setiap hari hanya duduk menunggu di dekat jendela, ia selalu percaya bahwa kekasihnya masih hidup, karena tak ada kabar kematian tentangnya.
Gadis tersebut selalu menunggu, teman-temannya yang lain sudah menikah dengan para kekasihnya yang pulang dari medan perang, hanya gadis tersebut yang masih terus menanti kepulangan sang kekasih, menunggu dari jendela kamar.
Lambat laun badannya kurus kering, hanya tinggal kulit yang menempel di tulang, siang dan malam, ia selalu menatap ke luar jendela, sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan kondisi bersandar di jendela. Tak lama kemudian, sang prajurit yang merupakan pemuda yang ditunggu sang gadis pun pulang, ternyata selama ini ia diculik dan dipenjara di sebuah kamp konsentrasi oleh sekutu, namun ia berusaha bertahan sampai akhirnya perang usai dan dimenangkan para pejuang.
Sang prajurit merasa bahagia karena akan segera bertemu orang yang dicinta, namun, saat ia berhasil lolos dan pulang kembali ke kampung halaman, ternyata sang gadis yang dicintai telah tiada tepat sehari sebelum kepulangannya, sang prajurit pun hanya bisa terdiam dan bercucuran air mata, setiap hari ia hanya duduk di bawah jendela rumah sang gadis, tak lama kemudian sang prajurit pun menghembuskan nafas terakhirnya di bawah jendela tempat si gadis yang dulu pernah menungguinya sampai ajal.
Bagaimana, apakah sudah terasa perbedaannya antara gambar jendela yang kosong tanpa penjelasan apapun alias hanya gambar saja dibandingkan dengan gambar jendela yang sudah berisi cerita, diberi makna. Terasa beda bukan?
Itulah kekuatan sebuah makna, segala sesuatu bisa menjadi kuat dan bernas karena memiliki makna, begitu pun dengan hidup kita, hidup bisa menjadi berarti ketika kita memberikan sebuah makna pada kehidupan yang dijalani. Makna seperti apa yang ingin kita berikan pada hidup, itu tergantung diri kita masing-masing. @sanik_rdfth.
