SANIKRADUFATIH - Kita sudah tidak asing dengan istilah bestie, yang sering diartikan dengan persahabatan yang sangat erat atau sahabat terbaik.
Mencari dan menemukan sahabat yang benar-benar sahabat tidaklah mudah, banyak yang dekat dan mengaku menjadi sahabat karena kondisi kita mungkin sedang ada di atas atau dianggap sukses, atau hanya karena ada keperluan dan kepentingan tertentu saja. Tapi, disaat kita jatuh, saat tak lagi berjaya dan tak berdaya kemudian dianggap tidak berguna, mungkin kita akan ditinggalkan, tak dipedulikan dan dilupakan.
Saat ini, otak dan pikiran kita juga mungkin telah banyak dicekoki pernyataan dan quote-quote dari sosmed ala-ala sok psikologis terkait relasi sosial yang isinya pesimis, yang menyatakan bahwa tidak ada relasi yang otentik, semuanya hanya berdasarkan kepentingan semata. Sehingga kebanyakan manusia saat ini menjadi skeptis terhadap relasi sosial personal.
Padahal tidaklah demikian, apakah persahabatan yang dicontohkan Rasul Muhammad adalah relasi kepentingan, sungguh sama sekali tidak.
Persahabatan yang dicontohkan Rasullullah adalah persahabatan yang tulus karena mengharap ridho Allah.
Baik saudagar kaya raya atau hamba sahaya, Rasulullah menjadikan mereka semua sebagai sahabat yang penuh dengan ketulusan dan tak mengharapkan keuntungan apapun dari persahabatannya tersebut kecuali mengharapkan kebaikan dan keselamatan bagi mereka.
"Everything come and go" akan terjadi jika patokan dan pondasi dasarnya adalah kepentingan duniawi, tapi jika pondasinya adalah ridho dan rasa cinta kepada Allah, maka tidak ada istilah "everything come and go".
Persahabatan karena Allah tidak mengenal "everything come and go". Sejauh apapun jarak, tempat dan waktu memisahkan, itu hanya memisahkan fisik atau raga, tapi tidak dengan hati mereka. Hati mereka tetap tertaut dan saling mendoakan satu sama lain. Karena, pada hakikatnya berpisah dan pergi itu adalah soal rasa, bukan soal jarak.
Ada yang terpisah jarak ribuan kilometers antara Turki dan Indonesia, tapi mereka tetap merasa dekat, karena rasa hati mereka tertaut. Ada yang jaraknya sangat dekat bahkan tiap hari bertemu tapi merasa jauh, itu karena hati mereka tidak tertaut.
Segala macam persahabatan di dunia ini akan berakhir bahkan bisa saling bermusuhan satu sama lain, kecuali persahabatan yang didasarkan ketaqwaan kepada Allah. Yaitu persahabatan yang menghadirkan kebaikan-kebaikan, persahabatan yang bisa membuat diri menjadi semakin lebih baik, semakin taat, yang membuat diri bertumbuh ke arah yang lebih baik.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَÙ„ْاَ Ø®ِÙ„َّآØ¡ُ ÙŠَÙˆْÙ…َئِذٍۢ بَعْضُÙ‡ُÙ…ْ Ù„ِبَعْضٍ عَدُÙˆٌّ اِÙ„َّا الْÙ…ُتَّÙ‚ِÙŠْÙ†َ
al-akhillaaa-u yauma-izim ba'dhuhum liba'dhin 'aduwwun illal-muttaqiin
"Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa."
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 67)
Di riwayatkan, bahwa: Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka saat dahulu di dunia, mereka bertanya tentang sahabat mereka itu kepada Allah Subhaanahu wa ta'ala.
"Yaa Rabb... kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami."
Maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar dzarrah."
(HR. Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd")
Al-Hasan Al-Bashri berkata:
"Perbanyaklah sahabat-sahabat mukminmu, karena Mereka memiliki syafaat pada hari kiamat."
"Yaa Rahman, Yaa Rahim, Karuniakanlah kepadaku sahabat-sahabat yang selalu mengajakku untuk tunduk, patuh dan taat kepada syariat-Mu, yang menghadirkan banyak kebaikan-kebaikan dan perbaikan diri. Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat nanti dengan-Mu. Tumbuhkan di hati kami untuk saling mengasihi, memelihara dan mencintai tali persahabatan ini hanya karena Ridho-Mu yaa Allah.
Terima kasih sahabat... Semoga Allah mengumpulkan kita di akhirat, di Jannah Firdaus-Nya
Ø¢َÙ…ِيـٍÙ€ِـنْ ... Ø¢َÙ…ِيـٍÙ€ِـنْ ... Ø¢َÙ…ِيـٍÙ€ِـنْ ÙŠَآرَبْ آلٌعَآلَÙ…ِِÙŠِÙ†ْ
Aamiin... yaa robbal'aalamiin.
