Menulis di kondisi banyak kerjaan dan pikiran yang tidak fokus bukanlah hal yang mudah. Ternyata menulis bukan hanya sekedar menuliskan sebuah kata, tapi juga diperlukan kefokusan dan ketenangan jiwa.
Sama halnya seperti saat tulisan ini ditulis, sebenarnya pikiran hampir kosong sama sekali atau mungkin penuh tapi berantakan, akhirnya tidak terstruktur dan entah ini menuliskan apa. Akhirnya, untuk menyiasati kondisi tersebut, saya hanya menuliskan apa yang saat ini ada di dalam kepala.
Mungkin inilah yang sedang ada di dalam pikiran, yaitu memikirkan dan merefleksikan tentang menulis itu sendiri. Memang aneh dan ajaib pikiran manusia, ia bisa pada tingkat sadar bahwa dirinya sedang berantakan atau tidak baik-baik saja.
Pada akhirnya, aku pun tetap menulis, entah apapun yang ditulis. Apakah memiliki makna atau tidak, karena penulisan ini adalah sifatnya tugas dan untuk membangun konsistensi.
Tapi, setidaknya dengan menulis bisa lebih menyegarkan pikiran, karena apa yang di dalam pikiran bisa dituangkan, rasanya seolah hilang beban. Mungkin menulis adalah salah satu cara menguras "air kotor" di dalam pikiran.***
