Awalnya, saya dikenalkan oleh salah seorang guru di masa sekolah SMA, kebetulan kami masih saling berkomunikasi dan keep silaturahmi, beliau itu tahu kalau saya punya minat di bidang tulis menulis, dan kemudian beliau pun merekomendasikan konunitas one day one post.
Perjalanan bersama one day one post bisa dikatakan sangat berliku dan penuh drama, sebelum bergabung di batch yang sekarang, sebelumnya saya pernah ikut juga, tapi belum berhasil lolos. Baru di awal-awal gabung sudah gugur duluan, hehehe.
Akhirnya, saya pun memutuskan untuk banyak mencari pengalaman dan belajar di tempat lain terlebih dahulu, membiasakan diri untuk banyak membaca dan menulis, serta mempelajari berbagai jenis tulisan.
Saya ingat betul, hampir tujuh tahun menunggu untuk bisa bergabung dan berkomitmen lagi bersama komunitas one day one post. Saat zaman kuliah dulu, saya merasa paling sibuk, tapi seiring berjalannya waktu, ternyata itu adalah masalah niat dan manajemen waktu, serta memiliki bahan bacaan serta wawasan yang beragam. Hal tersebut didapatkan dengan banyak membaca dan berdiskusi, sehingga kita bisa memiliki banyak ide dan insight untuk menulis.
Tidak terasa, saat tulisan ini ditulis, yang di mana ini adalah tulisan tantangan, yaitu menulis tentang komunitas ODOP. Ternyata, sudah hampir 5 pekan berlalu, dan ini adalah pekan terakhir Oprec alias kelulusan untuk bisa gabung di komunitas One Day One Post.
Ada banyak suka duka yang dilalui, mulai dari berkejaran dengan deadline kerja dan tugas menulis, memiliki hutang tulisan. Tapi, yang paling dirasakan sedih adalah saat ada peserta yang gugur dan dengan berat hati harus mencoba di lain waktu.
Walaupun kita memang belum pernah bertemu sama sekali, tapi rasa kepedulian dan solidaritas itu bisa dirasakan. Setiap ada peserta Oprec yang gugur, hal itu seolah kehilangan anggota keluarga. Karena kami sudah mulai saling mengenal dan merasa dekat, saat tahu ada anggota kelas yang tereliminasi, rasanya sedih banget.
Hari-hari yang menegangkan di komunitas ODOP adalah saat hari senin dan rabu, karena tiap senin adalah pengumuman terkait lolos atau tidaknya para anggota kelas ke pekan berikutnya, rasa deg-degan bercampur dengan rasa penasaran dan rasa cemas, pokoknya nano-nano deh. Sedangkan, hari rabu menegangkan sekaligus menantang karena itu adalah hari di mana tantangan menulis dimulai.
Selain membangun konsistensi menulis, di komunitas One Day One Post juga ada kegiatan suplemen yang bisa membantu kita untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan di dunia tulis menulis. Mulai dari teknik menulis, mengenal jenis-jenis tulisan, mengenal fiksi dan non fiksi, kelas copywriting, kelas branding, kelas blogger, review buku dan berbagai jenis kelas yang bisa mendukung kemampuan kita di dunia kepenulisan.
Sebenarnya, metode yang digunakan oleh komunitas one day one post sendiri adalah kembali kepada diri sendiri, terjadinya eliminasi dan gugur dalam kelas kepenulisan di komunitas one day one bukan ditentukan oleh tim penanggung jawab komunitas one day one post, tapi oleh diri kita sendiri.
Ketika kita berkomitmen dan mengikuti apa yang menjadi tantangan dan tugas, kemudian aktif saat di grup kelas, maka kita bisa lolos ke tahap berikutnya.
Penilaian yang dipakai di komunitas one day one post adalah berdasarkan point, jadi selama seminggu itu para anggota kelas harus mengumpul point sebanyak-banyaknya, minimal tiga belas poin yang harus dikumpulkan untuk bisa lanjut ke kelas pekan berikutnya. Jika poin yang dimiliki berasa bawah standar yang ditentukan, maka peserta tersebut dinyatakan gugur.
Setiap tulisan yang diposting di blog maka itu akan mendapatkan penilaian dua poin. Kemudian ada istilah hutang, yaitu tulisan yang seharusnya ditugaskan untuk selesai di hari itu, tapi ternyata dia tidak menulis di hari tersebut, maka hari berikutnya atau besok maka orang tersebut akan dipotong poinnya, yang seharusnya mendapatkan dua poin, tapi karena dia berhutang tulisan maka dia hanya mendapatkan satu poin.
Banyak kejadian peserta gugur di antaranya karena memiliki banyak hutang tulisan, sehingga poin pun berkurang dan hanya mendapatkan satu poin.
Di one day one post ada istilah penyebutan kelas besar dan kelas kecil; kelas besar adalah kelas yang diisi semua grup anggota kelas; sedangkan, kelas atau grup kecil adalah kelas yang diisi oleh para peserta yang sudah dibagi oleh para penanggung jawab komunitas.
Biasanya jika dari grup besar adalah yang berisi puluhan peserta grup, kemudian dibagi menjadi kelas. Sepertinya hal itu sengaja dilakukan agar ada rasa kompetitif, dalam artian positif. Sehingga para peserta bisa antusias dan saling berlomba satu sama lain.
Hanya satu kata untuk komunitas one day one post, yaitu ucapan Terima kasih karena sudah hadir di tengah-tengah kami, terus jaya dan memberi ilmu bermanfaatnya. Berkah dan sehat-sehat selalu komunitas One Day One Post.***
